Thursday, May 5, 2016

Di Swiss Gaji Guru Melebihi Anggota DPR



                      Beberapa waktu yang lalu, ketika saya bangun dan siap2 kuliah, seperti biasa saya baca Jawa Po* dulu. Pada hal 4 koran tersebut pagi ini (2 Mei 2011), memperingati hari Pendidikan Nasional, Duta Besar RI di Swiss, Bapak Djoko Susilo memberikan sebuah tulisan yang menarik. Di negara Swiss, Gaji seorang Guru rata-rata 15.000 Franc Swiss per Bulan, itu sekitar 140 jt Rupiah! padahal UMR disana sekitar 3.000 Franc Swiss, dan rata-rata gaji Anggota DPR swiss sekitar 10.000 Franc Swiss. Bisa dikatakan Pemerintahan disana sangat menghargai Pendidikan. Untuk biaya S1 disana, perbulan sekitar Rp 900.000 (kalau dirupiahkan). Untuk S2 malah turun, sekitar Rp. 500.000 (kalau dirupiahkan) dan S3 cuma Rp 650.000! Padahal kalau di kota saya, di PTN, S2 aja bisa Rp 1.000.000 lebih per bulannya.

                      Well, setelah saya telaah lebih lanjut, mengapa Swiss begitu perhatian dengan Pendidikan karena Kampus dan Pendidikan adalah sebuah tempat untuk Riset dan Penelitian. Tidak heran Swiss adalah negara penghasil Ilmuwan terbesar dunia, salah satunya Albert Einstein.Ya si Einstein berasal dari Swiss, dia Alumni ETH Zurich dan yang membuat kita tercengang lagi adalah
mereka meneliti tentang Kopi Luwak.

                      Merek kopi disana yang terkenal adalah Nespresso Coffe. setiap tahun Perusahaan Nespresso berhasil menyumbang devisa swiss sebesar 9,5 Milliar US Dollar! (berdasar tulisan Bapak Djoko Susilo di artikel jawa pos tersebut). Padahal disini Kopi tidak diteliti dan
dipedulikan.

                      Yang mengherankan lagi adalah, Kampus kita seakan-akan cuma menghasilkan pegawai, mengejar IP untuk membuktikan Pintar dan mencari Kerja. Sudah selesai. Sementara banyak potensi di Indonesia yang bisa dikembangkan dengan Riset dan Entrepreneur (berdagang) seperti Swiss dan Kopi luwaknya.


Semoga ke depan semangat riset dan berdagang
semakin bertambah ya, Amin


Komentar dari Pembaca:

Quote:
Originally Posted by .Eternal.
amin
cuman yang saya prihatinkan, tiap tahun selalu melakukan penerimaan PNS untuk pos-pos yang tidak jelas.
padahal kalau memang mau menambah PNS, saya setuju yang ditambah itu di bidang tenaga pengajar/pendidik atau tenaga kesehatan.
tapi di negeri ini, justru PEMDA yang paling getol menambah personel.
ironisnya lagi, saya diberitahu sama salah satu rekan saya yang MENYOGOK BUPATI salah satu kabupaten di pesisir jawa tengah, sebesar Rp 75 juta agar “lolos” tes CPNS, dan memang terbukti Lolos dan dia bayar cash 75 juta langsung ke bupati.


Quote:
Originally Posted by novalsudrajat
perangkat undang-undang dulu yang dibenerin,
udah salah semua di negeri ini…
semoga pendidikan jadi hal paling penting di negeri ini
pernah liat kan banyak siswa yang kudu menyebrang diatas seutas tali baja di serang?
damn, pathetic country!!!

Quote:
Originally Posted by Boy_Next_Door
saya dari swiss..
Sebenernya tentang guru apa dulu... guru SMA saya yang sekarang memang bisa menerima 7000-8000 franc per bulan... tapi kalau guru-guru SMP dan SD mungkin cuma 5000 saja...
dan disini, 5000 itu tidak banyak loh... jangan salah... meski
begitu di rupiahkan menjadi 50juta...




Saat anda ingin bentuk Fisik dari kumpulan tulisan saya di kaskus,
anda dapat mendapatkannya dengan melakukan pemesanan di no WA 0857 30 78 1 007

Bentuk dukungan anda sangat berarti bagi kami :)

bila merasa bermanfaat dengan tulisan di blog ini,
tolong bantu share di sosial media anda...

bila ada saran dan masukan,
tolong bantu kami dengan mengirim saran dan masukan di no WA 0857 30 78 1 007

terima kasih banyak :D



support by:
Instagram @lasela_surabaya
Pusat Sambal bu rudy khas surabaya dan Almond Crispy Cheese

PENTINGNYA JALAN – JALAN

              Beberapa ratus tahun yang lalu, Merpati di daerah negara yang bersalju selalu berpergian dari satu tempat ke tempat lain untuk menghindari salju yang sangat dingin. Dari satu tempat ke tempat lain, mereka tidak pernah capek untuk berpergian. Sampai suatu saat, beberapa gerombolan Merpati mendarat di Pulau Mauritius.

             Di Pulau tersebut sangatlah nyaman. Tidak ada salju yang mengintai mereka. Segerombolan Merpati pun memutuskan untuk tidak berpergian lagi, karena sangat nyaman di tempat tersebut,
Apalagi tidak ada predator atau pemangsa alami mereka disana... Sehingga Merpati yang ditakdirkan untuk hidup diatas pohon, untuk menghindari pemangsa mereka dan menciptakan sarang di atas pohon, mulai melupakan kodrat mereka. Akhirnya mereka pun hidup di darat. Kaki mereka yang dulu kecil, sekarang menjadi besar dan gemuk. Sayap mereka yang kuat untuk terbang jauh, lemah karena tidak pernah digunakan.. Merpati tersebut berpikir mengapa mereka susah-susah untuk terbang dan membuat sarang di pohon? kalau hidup di daratan ternyata lebih mudah dan nyaman. Tanah Surga kata mereka.

           Beberapa ratus tahun kemudian, Manusia sampai di Pulau Mauritius. Karena Merpati yang sudah beberapa generasi tidak mengenal musuh, mereka menganggap manusia adalah sahabat mereka. Rasa takut dan waspada sudah tidak ada dalam diri mereka, bahwa Manusia yang mempunyai naluri memburu, tidak segan-segan menangkap Burung Merpati tersebut.

           Karena manusia pada saat itu tidak mengenal dengan ternak dan cara menernakan binatang, Merpatimerpati di pulau Mauritius mengalami penurunan populasi yang cepat. Hanya dalam waktu kurang dari 100 tahun, populasi Merpati di pulau tersebut hilang . Beberapa ilmuwan kesulitan menemukan tulang-tulang Merpati tersebut untuk diabadikan di Museum...

           Dan sekarang kita mengenalnya dengan nama BURUNG DODO!

******


Hikmah Cerita di atas:          


           Terkadang hidup kita terlalu nyaman, sehingga lupa untuk terus berusaha dan belajar. Ingat, kita hidup di Indonesia yang sangat nyaman, beda dengan Eropa dan Amerika yang mengenal 4 musim. Karena cuaca disana yang tidak mendukung, mereka sering berpergian sampai Ke Asia serta Indonesia untuk mencari sesuatu yang tidak mereka punya di negara mereka, sehingga mereka lebih cekatan. Seseorang yang berpergian, memiliki kesempatan untuk melakukan Komparasi dan wawasan yang luas.

            Peluang bisnis pun terbuka. Berbeda kalau kita hanya mensyukuri keadaan sekarang dengan hanya tidur dan bermalas-malasan. Seseorang yang jarang sekali berpergian, akan cenderung “kaku” karena sudah terbiasa hidup nyaman, sehingga enggan untuk mencoba hal baru. Guru besar UI Rhenald Kasali dalam tulisannya di Jawa Pos mengatakan, pernah suatu hari dia memberi tugas kepada mahasiswanya untuk membuat Paspor. Hal ini dikarenakan, agar mahasiswanya dapat komparasi dengan negara lain yang non-melayu. Tentu dengan mengetahui kekurangan dan kelebihan dari berbagai budaya, akan membuat diri sendiri menjadi individu yang lebih baik

          Menurut saya, budaya-budaya yang ada di dunia ini tidak ada yang sempurna. Dan untuk membuat sebuah budaya menjadi lebih baik, maka diperlukan asimilasi (percampuran budaya) dengan budaya yang baik. Sehingga individu atau keadaan di suatu negara tersebut lebih baik

           Saya kira pentingnya jalan-jalan sesuai dengan firman berikut, "Hai manusia, sesungguhnya Aku menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersukusuku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya
orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."surat Al Hujuraat ayat 13 Semoga kita semua memiliki semangat untuk selalu mau pergi ke tempat-tempat lainnya. Semoga bermanfaat