Diskusi sama relasi saya,
Dia heran kok bisa ya orang tua mengajak anaknya buat bom bunuh diri?
Orang tua yang mengajak dan meminta anaknya buat korupsi juga banyak..sangat banyak...
Ada orang tua yang mengarahkan anaknya buat melakukan tradisi berbau syirik, seperti menanam ari2 di depan rumah dikasih lampu dengan harapan ini itu, tanggal baik, dsb...wah sangat banyak
Relasi saya sungkan kalau nda melanjutkan tradisi2 tsb, karena orang tua nya sendiri ya minta..daripada rame..daripada durhaka dsb
Nah menariknya disini..
Apakah sekitar kita kalau tidak baik, tetap diikuti?
Misal sekeliling kita suka jajan plus-plus..apakah kita perlu ikut-ikutan?
Memang yang sulit adalah orang tua sendiri yang meminta kita melakukan hal-hal tidak baik...tetapi kalau kita punya ilmu, wawasan, pemahaman yang lebih baik..perlu kita berani menolak dan memberikan pemahaman yang baik
Disini menariknya...
intinya 1..kl nda baik, ya jgn diikuti...oleh karena itu kita perlu berilmu, agar bisa memilah yg baik dan perlu dilajutkan yang mana..yang buruk dan tidak perlu diikuti yang mana...
setuju?
Friday, June 1, 2018
Wednesday, May 2, 2018
Pelajaran berharga dari uber selama 4 tahun di Indonesia
Semoga bisa menambah wawasan dan bermanfaat ya
Sekitar tahun 2014,
Di Indonesia ada UBER, yaitu pemesanan taksi online
Sebelumnya saya memakai Blue Bird, saat jenuh kerja senen sd jumat, sabtu minggu kuliah,
Seringkali pakai Blue bird,
Sangat nyaman dibanding yang lain
Tapi setelah ada uber,
Beralih...kenapa?
1.Tarif lebih murah
2. Mobilnya lebih luas, karena pakai MPV bukan sedan
3. Praktis pakai aplikasi, daripada telpon kalau pesen blue bird
4. Banyak promo
Nah sayangnya 2018 dijual ke GRAB dan malah tutup..
Loh kenapa ditutup? Kalau dibeli, harusnya kan grab jalan, uber jalan kan?
Menurut saya, karena industrinya berdarah-darah...dan tidak sehat
Jujur,
Untuk mematikan taksi konvesional,
Investor uber puluhan triliun membakar uang untuk promosi dsb,
Dan hal tsb tidak sehat
Itu dinamakan predator pricing..
Misal harga pokok 10,
Logisnya dijual 11 apa 12
Tapi ini jual harga 8 n 9 terus-terusan..istilahnya jual rugi
Sesekali buat promosi tidak apa-apa,
Tapi kalau keseringan...ya lama-lama senjata makan tuan...
Lama-lama modal sendiri habis...dan customer kita yang loyal karena promo, tapi promo udah nda ada, jad nda loyal lagi
Tentu bukan bisnis yang sehat
Karena yang dipilih, adalah yang murah, bukan karena efisiensi operasionalnya, tetapi promosinya
Perlu dicatat,
Usaha apapun, kalau tidak bagus usaha nyatanya,
Maka akan gulung tikar
Seperti MLM, yang over promise under service
MLM yang bagus kualitas produknya, juga pasti masih survive...kalau yang tidak, ya wassalam
Nah blue bird,
Sekarang juga melakukan perbaikan..karena sebelum-sebelumnya tidak ada pesaing dan nyaman, sekarang mereka berbenah
Poin 2 dan 3 sudah dilakukan,
Tarif memang masih sama tetapi kalau bisa kasih service lebih bagus, nda masalah..pasti banyak yang nyaman
Banyak pengguna taksi online yang komplin karena driver nda sopan, nda bagus service nya, dsb, dst, dll
Bukan salah mereka...
Kalau banyak yang nda bagus,
Salahkan sistem rekruitmennya
Nah taksi online, karena mobil nda disediakan aplikator, tapi mobil driver sendiri...rekruitmen jadi lebih longgar..asal punya mobil, silakan...
Nah promosi juga begitu,
Sesekali promo untuk memperkenalkan brand dan mengingatkan akan sebuah brand nda masalah..tapi kalau membuat orang beli hanya karena murah dari promo
Dan terus-terusan promo..ya mampus
Mungkin tarif taksi konvensional sekarang agak mahal ya..harusnya lebih terjangkau dikit, ada aplikasi, pakai mobil mpv, dan rekrut driver yang kompeten...taksi online bakalan kalah
Karena semakin baik pendapatan seseorang, pasti ingin jasa dan service yang lebih baik
Karena kalau drivernya jelek, pasti perusahaan taksi akan menindak langsung..kalau driver taksi online, sangat jarang...karena bargainnya kurang..sehingga banyak tindakan yg membuat kecewa, dsb, dst, dll
Nah dari UBER,
Kita bisa belajar bahwa,
Apapun pekerjaan kita,
Apapun jualan kita,
Yang paling terpenting adalah kualitas dari produk dan jasa yang kita tawarkan
Marketing yang bagus juga diperlukan
Istilahnya produk yg bagus dan pemasaran yang bagus itu seperti kaki kanan dan kaki kiri,
Dua-dua nya harus jalan..kalau salah satu saja pasti pincang dan sulit berlari...tidak jatuh saja syukur-syukur
Dan yang paling penting,
Sebuah usaha harus menghasilkan profit agar bisa bertahan,
Bukan hanya jual rugi/predator pricing....
Bagaimana menurut anda?
Sekitar tahun 2014,
Di Indonesia ada UBER, yaitu pemesanan taksi online
Sebelumnya saya memakai Blue Bird, saat jenuh kerja senen sd jumat, sabtu minggu kuliah,
Seringkali pakai Blue bird,
Sangat nyaman dibanding yang lain
Tapi setelah ada uber,
Beralih...kenapa?
1.Tarif lebih murah
2. Mobilnya lebih luas, karena pakai MPV bukan sedan
3. Praktis pakai aplikasi, daripada telpon kalau pesen blue bird
4. Banyak promo
Nah sayangnya 2018 dijual ke GRAB dan malah tutup..
Loh kenapa ditutup? Kalau dibeli, harusnya kan grab jalan, uber jalan kan?
Menurut saya, karena industrinya berdarah-darah...dan tidak sehat
Jujur,
Untuk mematikan taksi konvesional,
Investor uber puluhan triliun membakar uang untuk promosi dsb,
Dan hal tsb tidak sehat
Itu dinamakan predator pricing..
Misal harga pokok 10,
Logisnya dijual 11 apa 12
Tapi ini jual harga 8 n 9 terus-terusan..istilahnya jual rugi
Sesekali buat promosi tidak apa-apa,
Tapi kalau keseringan...ya lama-lama senjata makan tuan...
Lama-lama modal sendiri habis...dan customer kita yang loyal karena promo, tapi promo udah nda ada, jad nda loyal lagi
Tentu bukan bisnis yang sehat
Karena yang dipilih, adalah yang murah, bukan karena efisiensi operasionalnya, tetapi promosinya
Perlu dicatat,
Usaha apapun, kalau tidak bagus usaha nyatanya,
Maka akan gulung tikar
Seperti MLM, yang over promise under service
MLM yang bagus kualitas produknya, juga pasti masih survive...kalau yang tidak, ya wassalam
Nah blue bird,
Sekarang juga melakukan perbaikan..karena sebelum-sebelumnya tidak ada pesaing dan nyaman, sekarang mereka berbenah
Poin 2 dan 3 sudah dilakukan,
Tarif memang masih sama tetapi kalau bisa kasih service lebih bagus, nda masalah..pasti banyak yang nyaman
Banyak pengguna taksi online yang komplin karena driver nda sopan, nda bagus service nya, dsb, dst, dll
Bukan salah mereka...
Kalau banyak yang nda bagus,
Salahkan sistem rekruitmennya
Nah taksi online, karena mobil nda disediakan aplikator, tapi mobil driver sendiri...rekruitmen jadi lebih longgar..asal punya mobil, silakan...
Nah promosi juga begitu,
Sesekali promo untuk memperkenalkan brand dan mengingatkan akan sebuah brand nda masalah..tapi kalau membuat orang beli hanya karena murah dari promo
Dan terus-terusan promo..ya mampus
Mungkin tarif taksi konvensional sekarang agak mahal ya..harusnya lebih terjangkau dikit, ada aplikasi, pakai mobil mpv, dan rekrut driver yang kompeten...taksi online bakalan kalah
Karena semakin baik pendapatan seseorang, pasti ingin jasa dan service yang lebih baik
Karena kalau drivernya jelek, pasti perusahaan taksi akan menindak langsung..kalau driver taksi online, sangat jarang...karena bargainnya kurang..sehingga banyak tindakan yg membuat kecewa, dsb, dst, dll
Nah dari UBER,
Kita bisa belajar bahwa,
Apapun pekerjaan kita,
Apapun jualan kita,
Yang paling terpenting adalah kualitas dari produk dan jasa yang kita tawarkan
Marketing yang bagus juga diperlukan
Istilahnya produk yg bagus dan pemasaran yang bagus itu seperti kaki kanan dan kaki kiri,
Dua-dua nya harus jalan..kalau salah satu saja pasti pincang dan sulit berlari...tidak jatuh saja syukur-syukur
Dan yang paling penting,
Sebuah usaha harus menghasilkan profit agar bisa bertahan,
Bukan hanya jual rugi/predator pricing....
Bagaimana menurut anda?
Subscribe to:
Posts (Atom)